Company Profile - Wachyuni Mandira

Company Profile - Wachyuni Mandira (KPPM)

Wachyuni Mandira

Company Profile

Tentang Kami (About Us)

Wachyuni Mandira adalah salah satu area pertambakan udang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak cabang dari PT. Dipasena Citra Darmaja yaitu PT. Wachyuni Mandira yang berkedudukan di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Saat ini wilayah operasionalnya terbagi menjadi 2 desa, yaitu:

  • Desa Bumi Pratama Mandira
  • Desa Bumi Asri Mandira

Sebagian nama desa tersebut diambil dari nama perusahaan tersebut. Seluruh aktivitas petambak kini dinaungi oleh Koperasi Plasma Pratama Mandiri (KPPM).

Total Luas Lahan

16.250 Ha

Rincian Kepemilikan Lahan:

  • 6.800 Ha: Lahan Pertambakan Mandiri dengan status kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM).
  • 9.450 Ha: Lahan Hak Guna Usaha (HGU) Inti.

Kuantitas & Kategori Tambak

  • Total Tambak Produktif: 6.061 Petak.
  • Total Tambak Kurang Produktif: 1.422 Petak.
    (Dahulu dipergunakan untuk sistem tandon CPP Group).
  • Saluran Air (Inlet & Outlet): Sepanjang 541 KM.

Zonasi dan Distribusi Blok Tambak

  • Blok 4 (Desa Bumi Pratama Mandira):
    2.653 Petak Produktif | 612 Petak Tidak Produktif.
  • Blok 3 (Desa Bumi Pratama Mandira):
    2.496 Petak Produktif | 582 Petak Tidak Produktif.
  • Blok 2 (Desa Bumi Asri Mandira):
    912 Petak Produktif | 228 Petak Tidak Produktif.

Jenis Varietas & Data Produksi Tahunan

Kawasan pertambakan Wachyuni Mandira berfokus secara penuh pada budidaya komoditas jenis Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Berikut adalah rekam jejak volume produksi tahunan yang dikelola:

Tahun Produksi Total Volume Keluar (Ton)
20194.714 Ton
20204.154 Ton
20215.036 Ton
20223.583 Ton
20232.328 Ton
20243.156 Ton
20254.809 Ton

Potensi Strategis Kawasan

  1. Potensi Produksi Udang Wachyuni Mandira adalah 30 (Tiga puluh) sampai dengan 60 (Enam puluh) Ton / Hari dan bahkan bisa mencapai 80 (Delapan puluh) Ton / Hari. Dengan penanganan yang tepat dan baik, potensi produksi bisa mencapai 10.000 ton sampai dengan 12.000 ton per tahun.
  2. Dari segi sumber daya manusia, terdapat 3.000 petambak udang, dan para petambak tersebut sudah berpengalaman budidaya udang secara semi intensif dan intensif selama 25 tahun. Petambak udang di wilayah ini sudah berbudidaya udang dari tahun 1997 sampai dengan sekarang. Mata pencaharian sebagai petambak tersebut merupakan mata pencaharian utama, yang menopang perekonomian masyarakat di wilayah ini.
  3. Lahan tambak untuk setiap petambak adalah seluas 1 Ha, dengan luasan terpakai sebagai kolam tambak 5.000 meter persegi setiap Rumah Tangga Petambak. Di mana jumlah Rumah Tangga Petambak mencapai 3.000 orang.
  4. Infrastruktur pendukung perikanan budidaya sudah tersedia, walaupun masih memerlukan perbaikan dan pemeliharaan guna mendukung budidaya yang berkelanjutan, meliputi saluran masuk air dan saluran pembuangan yang terpisah sepanjang total 700 km, pintu air saluran masuk/breakwater, tersedia jaringan listrik PLN, dan pabrik es.
  5. Tersedianya dukungan pasar yang menyediakan keperluan budidaya, seperti benur, pakan, peralatan budidaya, kincir air, mesin, dan obat-obatan di wilayah ini
  6. Jaminan terserapnya seluruh produk hasil panen berupa udang oleh pasar secara berkelanjutan